Budaya dan Tradisi, Pembacaan Sejarah Kacijulangan

Posted By Admin Super | 14-09-2018 03:07:48 | Daerah, | 195 Kali dibaca

Cijulang. Kacijulangan bukan berarti nama salah satu daerah Kecamatan yang saat ini membawahi 7 Desa, tetapi Kacijulangan merupakan ajaran dan falsafah yang memiliki siloka ketauhidan. Pembacaan sejarah kacijulangan mempunyai ketentuan tersendiri.

Di antaranya harus berdasarkan perhitungan sunda kuno dan hanya boleh dibacakan pada waktu tertentu. Sejarah kacijulangan tersebut merupakan sejarah purwaningjagat atau sejarah penciptaan alam semesta dan ajaran ketauhidan. Juga perilaku manusia untuk mengenal para pendahulu supaya manusia bisa mengenal dirinya dan penciptanya.

Salah satu sokoh budaya asal Cijulang, Aki Ajim menjelaskan “Kacijulangan dalam Kitab Purwaningjagat diuraikan sebagai falsafah hidup manusia mengenal jatidirinya menjelang kematian”.

Pembacaan sejarah kacijulang sendiori digelar dan di hadiri oleh tokoh budayawan yang ada di Kabupaten Pangandaran, selain membaca sejarah juga diisi dengan menggelar berbagai benda yang mempunyai nilai sejarah tinggi bagi masyarakat cijulang, Jumat, 4 Muharram 1440 Hijriah jam 13.00 WIB di Dusun Binangun, Desa Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran.

Ajaran Kacijulangan pun kini sudah jarang digunakan oleh masyarakat, karena jarang yang tertarik pada patokan atau ketentuan buhun.

Salah satu ajaran yang saat ini mulai punah digunakan di antaranya saat seseorang hendak melakukan aktivitas apakah cuaca hujan atau cerah dan saat hendak pergi melaut, orang tua dulu sebelum pergi ke laut memiliki perhitung dari mulai hari dan melihat bintang dilangit sehingga bisa memprediksi hasil yang akan diraih. (DKISP/Fauzi Algiffari)

Share